Contoh Desain Riset - Penelitian tentang Dampak Kenaikan PPN terhadap daya beli produk protein
Desain Riset: Dampak Kenaikan Tarif PPN
terhadap Daya Beli Produk Protein pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah di
Jakarta
1. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) disebutkan bahwa berdasarkan Pasal 7
ayat 1 UU HPP, tarif PPN yang sebelumnya sebesar 10 persen diubah menjadi 11
persen yang sudah berlaku pada 1 April 2022 lalu, dan kembali dinaikkan 12 persen
paling lambat pada 1 Januari 2025.
Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) secara
langsung berdampak pada harga produk di pasaran, termasuk produk protein yang
menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar masyarakat. Penelitian ini akan
fokus pada dampak spesifik kenaikan tarif PPN terhadap daya beli produk protein
pada masyarakat berpenghasilan rendah di Jakarta, salah satu kota dengan
tingkat urbanisasi tinggi dan disparitas pendapatan yang signifikan di
Indonesia.
2. Rumusan Masalah
- Bagaimana
pengaruh kenaikan tarif PPN terhadap konsumsi produk protein pada rumah
tangga berpenghasilan rendah di Jakarta?
- Produk
protein apa yang paling terdampak oleh kenaikan tarif PPN pada kelompok
masyarakat ini di Jakarta?
- Strategi
apa yang dilakukan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah di Jakarta
untuk mempertahankan konsumsi protein di tengah kenaikan harga?
3. Tujuan Penelitian
- Menganalisis
secara empiris dampak kenaikan tarif PPN terhadap penurunan konsumsi
produk protein pada rumah tangga berpenghasilan rendah di Jakarta.
- Mengidentifikasi
jenis produk protein yang paling berpengaruh terhadap perubahan pola
konsumsi rumah tangga berpenghasilan rendah di Jakarta.
- Mengetahui
strategi adaptasi yang dilakukan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah
di Jakarta dalam mempertahankan asupan protein.
4. Kerangka Teori
- Teori
Konsumen: Kenaikan harga produk protein akan
mengurangi daya beli konsumen, terutama bagi mereka yang memiliki anggaran
terbatas.
- Elastisitas
Permintaan: Produk protein yang memiliki
elastisitas permintaan tinggi akan lebih sensitif terhadap perubahan
harga.
- Gizi
dan Kesehatan: Konsumsi protein yang cukup sangat
penting untuk kesehatan, namun kenaikan harga dapat memaksa konsumen untuk
mencari alternatif yang lebih murah.
- Urbanisasi
dan Kemiskinan: Kondisi urbanisasi di Jakarta dan
tingkat kemiskinan yang masih ada dapat memperparah dampak kenaikan harga
pangan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah.
5. Metodologi Penelitian
- Jenis
Penelitian: Mix Method (Kuantitatif dan
kualitatif).
- Populasi
dan Sampel:
- Kuantitatif:
Rumah tangga berpenghasilan rendah di berbagai wilayah Jakarta.
- Kualitatif:
Wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga di pasar tradisional dan
pemukiman padat penduduk.
- Variabel
Penelitian:
- Dependen:
Konsumsi produk protein (daging, ikan, telur, kacang-kacangan),
pengeluaran untuk produk protein.
- Independen:
Kenaikan tarif PPN, pendapatan, ukuran keluarga, harga produk protein,
lokasi tempat tinggal (pusat kota, pinggiran).
- Metode
Pengumpulan Data:
- Kuantitatif:
Survei menggunakan kuesioner.
- Kualitatif:
Wawancara mendalam.
- Metode
Analisis Data:
- Kuantitatif:
Analisis regresi, uji t, uji F.
- Kualitatif:
Analisis tematik.
6. Jadwal Penelitian
Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari s.d April
2025
7. Anggaran
Penelitian ini akan membutuhkan biaya sebesar Rp
175.000.000 dan dibiayai dengan beasiswa riset dari PT XYZ.
Komentar
Posting Komentar